Archive for February, 2009

cinta dan Kentang Manis Panggang….

 

Sepotong kentang manis panggang, dengan mentega di setiap sudutnya….

Membawa hangatnya oven kedalam sore yang gerimis,

Lembut seperti sutra , lezat tak terkira…

Membayangkan gigitan pertama sambil menutup mata…..

Adakah yang lebih nikmat dari itu ??

J

Adakah  seseorang yang tak menyukainya??…..

 

Dalam imajinasi saya yang paling gila,

 tak bisa saya bayangkan,

 seseorang tidak emosional pada makanan ini….

namun sungguh mengherankan……saya menikah dengan seseorang yang seperti itu.

Entah bagaimana…….. ia bisa memilih untuk memakannya atau tidak….

Dan umumnya ia tidak memakannya………..:(

 

Sepotong kentang manis panggang, dengan mentega di setiap sudutnya….

Asapnya mengepul membawa aroma manis dan harum….

Melintasi lantai dapur hingga mencapai gang,

berhenti menyambut saya dipintu depan…..

kalau hal itu terjadi….

saya tahu , kentang manis panggang istimewa dia siapkan  memang demi saya….

ia membeli kentang dan memikirkan saya…

ia mencuci kentang dan membayangkan senyum saya….

ia memasak kentang manis istimewanya…..semata-mata karena  Cintanya pada saya !!.

 

Hmmm….saya yakin,

bahwa cinta itu….., cinta sejati itu….

adalah ia dan sebuah kentang manis panggang !!.:)

 

“CINTA YANG SUNGGUH-SUNGGUH ADALAH SUATU SERI PANJANG DARI HAL-HAL KECIL YANG KITA LAKUKAN UNTUK PASANGAN KITA – tanpa alasan apapun !! –SEMUANYA  KITA LAKUKAN HANYA KARENA ITU ADALAH HAL TERBAIK YANG BISA MENYENANGKAN PASANGAN KITA” – Zig Ziglar.

 

Leave a comment »

Ibunda, andai kau masih ada….

 

Ibunda, andai kau masih ada…. saat kutatap wajah anakku,

Aku akan mengerti

betapa semua rasa sayang yang kau punya,

terasa belum cukup  bagimu, untuk mengungkapkan betapa berarti aku ini…

 

Andai masih bisa kucari dirimu…..saat wajah anakku panas membiru,

Aku baru kini  mengerti,

Betapa semua yang engkau miliki,

 Tak akan sayang untuk  kau tukarkan

 Hanya dengan   sebuah senyuman,

dari wajahku yang sehat bersinar….

 

namun, ibunda….meski segunung rasa sesal  tlah kurasakan,

waktu bersamamu tak bisa kembali…..

kau pergi  saat semua itu belum kusadari…..

saat kasih sayangmu belum mampu kupahami….

saat cintamu belum mampu kubalas, walau hanya dengan sebuah pelukan ,

dan ungkapan kata kata –  sayang….

akan berharganya kehadiranmu….

dan betapa  aku tak pernah ingin kehilangan dirimu…..

 

“BILA KITA MASIH BISA MERASAKAN HANGAT NAFAS IBUNDA, CIUM DAN PELUK IA, KARENA SUATU SAAT KITA PASTI AKAN KEHILANGAN DIRINYA” – Mario Teguh  Golden Way

 

Leave a comment »