Perempuan Yg Dicintai Suamiku

defaultca7wc91n

Oleh : Botefilia

Kehidupan pernikahan kami awalnya baik2 saja menurutku. Meskipun menjelang pernikahan selalu terjadi konflik, tapi setelah menikah Mario tampak baik dan lebih menuruti apa mauku.

Kami tidak pernah bertengkar hebat, kalau marah dia cenderung diam dan pergi kekantornya bekerja sampai subuh, baru pulang kerumah, mandi, kemudian mengantar anak kami sekolah. Tidurnya sangat sedikit, makannya pun sedikit. Aku pikir dia workaholic.

Dia menciumku maksimal 2x sehari, pagi menjelang kerja, dan saat dia pulang kerja, itupun kalau aku masih bangun. Karena waktu pacaran dia tidak pernah romantis, aku pikir, memang dia tidak romantis, dan tidak memerlukan hal2 seperti itu sebagai ungkapan sayang.

Kami jarang ngobrol sampai malam, kami jarang pergi nonton berdua, bahkan makan berdua diluarpun hampir tidak pernah. Kalau kami makan di meja makan berdua, kami asyik sendiri dengan sendok garpu kami, bukan obrolan yang terdengar, hanya denting piring yang beradu dengan sendok garpu.

Kalau hari libur, dia lebih sering hanya tiduran dikamar, atau main dengan anak2 kami, dia jarang sekali tertawa lepas. Karena dia sangat pendiam, aku menyangka dia memang tidak suka tertawa lepas.

Aku mengira rumah tangga kami baik2 saja selama 8 tahun pernikahan kami. Sampai suatu ketika, disuatu hari yang terik, saat itu suamiku tergolek sakit dirumah sakit, karena jarang makan, dan sering jajan di kantornya, dibanding makan dirumah, dia kena typhoid, dan harus dirawat di RS, karena sampai terjadi perforasi di ususnya. Pada saat dia masih di ICU, seorang perempuan datang menjenguknya. Dia memperkenalkan diri, bernama meisha, temannya Mario saat dulu kuliah.

Meisha tidak secantik aku, dia begitu sederhana, tapi aku tidak pernah melihat mata yang begitu cantik seperti yang dia miliki. Matanya bersinar indah, penuh kehangatan dan penuh cinta, ketika dia berbicara, seakan2 waktu berhenti berputar dan terpana dengan kalimat2nya yang ringan dan penuh pesona. Setiap orang, laki2 maupun perempuan bahkan mungkin serangga yang lewat, akan jatuh cinta begitu mendengar dia bercerita.

Meisha tidak pernah kenal dekat dengan Mario selama mereka kuliah dulu, Meisha bercerita Mario sangat pendiam, sehingga jarang punya teman yang akrab. 5 bulan lalu mereka bertemu, karena ada pekerjaan kantor mereka yang mempertemukan mereka. Meisha yang bekerja di advertising akhirnya bertemu dengan Mario yang sedang membuat iklan untuk perusahaan tempatnya bekerja.

Aku mulai mengingat2 5 bulan lalu ada perubahan yang cukup drastis pada Mario, setiap mau pergi kerja, dia tersenyum manis padaku, dan dalam sehari bisa menciumku lebih dari 3x. Dia membelikan aku parfum baru, dan mulai sering tertawa lepas. Tapi disaat lain, dia sering termenung didepan komputernya. Atau termenung memegang Hp-nya. Kalau aku tanya, dia bilang, ada pekerjaan yang membingungkan.

Suatu saat Meisha pernah datang pada saat Mario sakit dan masih dirawat di RS. Aku sedang memegang sepiring nasi beserta lauknya dengan wajah kesal, karena Mario tidak juga mau aku suapi. Meisha masuk kamar, dan menyapa dengan suara riangnya,

“Hai Rima, kenapa dengan anak sulungmu yang nomor satu ini? tidak mau makan juga? uhh… dasar anak nakal, sini piringnya”, lalu dia terus mengajak Mario bercerita sambil menyuapi Mario, tiba2 saja sepiring nasi itu sudah habis ditangannya. Dan….aku tidak pernah melihat tatapan penuh cinta yang terpancar dari mata suamiku, seperti siang itu, tidak pernah seumur hidupku yang aku lalui bersamanya, tidak pernah sedetikpun!

Hatiku terasa sakit, lebih sakit dari ketika dia membalikkan tubuhnya membelakangi aku saat aku memeluknya dan berharap dia mencumbuku. Lebih sakit dari rasa sakit setelah operasi caesar ketika aku melahirkan anaknya. Lebih sakit dari rasa sakit, ketika dia tidak mau memakan masakan yang aku buat dengan susah payah. Lebih sakit daripada sakit ketika dia tidak pulang kerumah saat ulang tahun perkawinan kami kemarin. Lebih sakit dari rasa sakit ketika dia lebih suka mencumbu komputernya dibanding aku.

Tapi aku tidak pernah bisa marah setiap melihat perempuan itu. Meisha begitu manis, dia bisa hadir tiba2, membawakan donat buat anak2, dan membawakan ekrol kesukaanku. Dia mengajakku jalan2, kadang mengajakku nonton. kali lain, dia datang bersama suami dan ke-2 anaknya yang lucu2.

Aku tidak pernah bertanya, apakah suamiku mencintai perempuan berhati bidadari itu? karena tanpa bertanya pun aku sudah tahu, apa yang bergejolak dihatinya.

Suatu sore, mendung begitu menyelimuti jakarta, aku tidak pernah menyangka, hatikupun akan mendung, bahkan gerimis kemudian.

Anak sulungku, seorang anak perempuan cantik berusia 7 tahun, rambutnya keriting ikal dan cerdasnya sama seperti ayahnya. Dia berhasil membuka password email Papanya, dan memanggilku, “Mama, mau lihat surat papa buat tante Meisha?”

Aku tertegun memandangnya, dan membaca surat elektronik itu,

Dear Meisha,
Kehadiranmu bagai beribu bintang gemerlap yang mengisi seluruh relung hatiku, aku tidak pernah merasakan jatuh cinta seperti ini, bahkan pada Rima. Aku mencintai Rima karena kondisi yang mengharuskan aku mencintainya, karena dia ibu dari anak2ku.

Ketika aku menikahinya, aku tetap tidak tahu apakah aku sungguh2 mencintainya. Tidak ada perasaan bergetar seperti ketika aku memandangmu, tidak ada perasaan rindu yang tidak pernah padam ketika aku tidak menjumpainya. Aku hanya tidak ingin menyakiti perasaannya. Ketika konflik2 terjadi saat kami pacaran dulu, aku sebenarnya kecewa, tapi aku tidak sanggup mengatakan padanya bahwa dia bukanlah perempuan yang aku cari untuk mengisi kekosongan hatiku. Hatiku tetap terasa hampa, meskipun aku menikahinya.

Aku tidak tahu, bagaimana caranya menumbuhkan cinta untuknya, seperti ketika cinta untukmu tumbuh secara alami, seperti pohon2 beringin yang tumbuh kokoh tanpa pernah mendapat siraman dari pemiliknya. Seperti pepohonan di hutan2 belantara yang tidak pernah minta disirami, namun tumbuh dengan lebat secara alami. Itu yang aku rasakan.

Aku tidak akan pernah bisa memilikimu, karena kau sudah menjadi milik orang lain dan aku adalah laki2 yang sangat memegang komitmen pernikahan kami. Meskipun hatiku terasa hampa, itu tidaklah mengapa, asal aku bisa melihat Rima bahagia dan tertawa, dia bisa mendapatkan segala yang dia inginkan selama aku mampu. Dia boleh mendapatkan seluruh hartaku dan tubuhku, tapi tidak jiwaku dan cintaku, yang hanya aku berikan untukmu. Meskipun ada tembok yang menghalangi kita, aku hanya berharap bahwa engkau mengerti, you are the only one in my heart.

yours,
Mario

Mataku terasa panas. Jelita, anak sulungku memelukku erat. Meskipun baru berusia 7 tahun, dia adalah malaikat jelitaku yang sangat mengerti dan menyayangiku.

Suamiku tidak pernah mencintaiku. Dia tidak pernah bahagia bersamaku. Dia mencintai perempuan lain.

Aku mengumpulkan kekuatanku. Sejak itu, aku menulis surat hampir setiap hari untuk suamiku. Surat itu aku simpan diamplop, dan aku letakkan di lemari bajuku, tidak pernah aku berikan untuknya.

Mobil yang dia berikan untukku aku kembalikan padanya. Aku mengumpulkan tabunganku yang kusimpan dari sisa2 uang belanja, lalu aku belikan motor untuk mengantar dan menjemput anak2ku. Mario merasa heran, karena aku tidak pernah lagi bermanja dan minta dibelikan bermacam2 merek tas dan baju. Aku terpuruk dalam kehancuranku. Aku dulu memintanya menikahiku karena aku malu terlalu lama pacaran, sedangkan teman2ku sudah menikah semua. Ternyata dia memang tidak pernah menginginkan aku menjadi istrinya.

Betapa tidak berharganya aku. Tidakkah dia tahu, bahwa aku juga seorang perempuan yang berhak mendapatkan kasih sayang dari suaminya ? Kenapa dia tidak mengatakan saja, bahwa dia tidak mencintai aku dan tidak menginginkan aku ? itu lebih aku hargai daripada dia cuma diam dan mengangguk dan melamarku lalu menikahiku. Betapa malangnya nasibku.

Mario terus menerus sakit2an, dan aku tetap merawatnya dengan setia. Biarlah dia mencintai perempuan itu terus didalam hatinya. Dengan pura2 tidak tahu, aku sudah membuatnya bahagia dengan mencintai perempuan itu. Kebahagiaan Mario adalah kebahagiaanku juga, karena aku akan selalu mencintainya.

**********
Setahun kemudian…

Meisha membuka amplop surat2 itu dengan air mata berlinang. Tanah pemakaman itu masih basah merah dan masih dipenuhi bunga.

” Mario, suamiku….
Aku tidak pernah menyangka pertemuan kita saat aku pertama kali bekerja dikantormu, akan membawaku pada cinta sejatiku. Aku begitu terpesona padamu yang pendiam dan tampak dingin. Betapa senangnya aku ketika aku tidak bertepuk sebelah tangan. Aku mencintaimu, dan begitu posesif ingin memilikimu seutuhnya. Aku sering marah, ketika kamu asyik bekerja, dan tidak memperdulikan aku. Aku merasa diatas angin, ketika kamu hanya diam dan menuruti keinginanku… Aku pikir, aku si puteri cantik yang diinginkan banyak pria, telah memenuhi ruang hatimu dan kamu terlalu mencintaiku sehingga mau melakukan apa saja untukku…..

Ternyata aku keliru…. aku menyadarinya tepat sehari setelah pernikahan kita. Ketika aku membanting hadiah jam tangan dari seorang teman kantor dulu yang aku tahu sebenarnya menyukai Mario.

Aku melihat matamu begitu terluka, ketika berkata, “kenapa, Rima? Kenapa kamu mesti cemburu? dia sudah menikah, dan aku sudah memilihmu menjadi istriku?”

Aku tidak perduli,dan berlalu dari hadapanmu dengan sombongnya.

Sekarang aku menyesal, memintamu melamarku. Engkau tidak pernah bahagia bersamaku. Aku adalah hal terburuk dalam kehidupan cintamu. Aku bukanlah wanita yang sempurna yang engkau inginkan.

Istrimu,
Rima”

Di surat yang lain,

“………Kehadiran perempuan itu membuatmu berubah, engkau tidak lagi sedingin es. Engkau mulai terasa hangat, namun tetap saja aku tidak pernah melihat cahaya cinta dari matamu untukku, seperti aku melihat cahaya yang penuh cinta itu berpendar dari kedua bola matamu saat memandang Meisha……”

Disurat yang kesekian,

“…….Aku bersumpah, akan membuatmu jatuh cinta padaku.

Aku telah berubah, Mario. Engkau lihat kan, aku tidak lagi marah2 padamu, aku tidak lagi suka membanting2 barang dan berteriak jika emosi. Aku belajar masak, dan selalu kubuatkan masakan yang engkau sukai. Aku tidak lagi boros, dan selalau menabung. Aku tidak lagi suka bertengkar dengan ibumu. Aku selalu tersenyum menyambutmu pulang kerumah. Dan aku selalu meneleponmu, untuk menanyakan sudahkah kekasih hatiku makan siang ini? Aku merawatmu jika engkau sakit, aku tidak kesal saat engkau tidak mau aku suapi, aku menungguimu sampai tertidur disamping tempat tidurmu, dirumah sakit saat engkau dirawat, karena penyakit pencernaanmu yang selalu bermasalah…….

Meskipun belum terbit juga, sinar cinta itu dari matamu, aku akan tetap berusaha dan menantinya……..”

Meisha menghapus air mata yang terus mengalir dari kedua mata indahnya… dipeluknya Jelita yang tersedu-sedu disampingnya.

Disurat terakhir, pagi ini…

“…………..Hari ini adalah hari ulang tahun pernikahan kami yang ke-9. Tahun lalu engkau tidak pulang kerumah, tapi tahun ini aku akan memaksamu pulang, karena hari ini aku akan masak, masakan yang paling enak sedunia. Kemarin aku belajar membuatnya dirumah Bude Tati, sampai kehujanan dan basah kuyup, karena waktu pulang hujannya deras sekali, dan aku hanya mengendarai motor.

Saat aku tiba dirumah kemarin malam, aku melihat sinar kekhawatiran dimatamu. Engkau memelukku, dan menyuruhku segera ganti baju supaya tidak sakit.

Tahukah engkau suamiku,

Selama hampir 15 tahun aku mengenalmu, 6 tahun kita pacaran, dan hampir 9 tahun kita menikah, baru kali ini aku melihat sinar kekhawatiran itu dari matamu, inikah tanda2 cinta mulai bersemi dihatimu ?………”

Jelita menatap Meisha, dan bercerita,

“Siang itu Mama menjemputku dengan motornya, dari jauh aku melihat keceriaan diwajah mama, dia terus melambai-lambaikan tangannya kepadaku. Aku tidak pernah melihat wajah yang sangat bersinar dari mama seperti siang itu, dia begitu cantik. Meskipun dulu sering marah2 kepadaku, tapi aku selalu menyayanginya. Mama memarkir motornya diseberang jalan, Ketika mama menyeberang jalan, tiba2 mobil itu lewat dari tikungan dengan kecepatan tinggi…… aku tidak sanggup melihatnya terlontar, Tante….. aku melihatnya masih memandangku sebelum dia tidak lagi bergerak……”. Jelita memeluk Meisha dan terisak-isak. Bocah cantik ini masih terlalu kecil untuk merasakan sakit di hatinya, tapi dia sangat dewasa.

Meisha mengeluarkan selembar kertas yang dia print tadi pagi. Mario mengirimkan email lagi kemarin malam, dan tadinya aku ingin Rima membacanya.

Dear Meisha,
Selama setahun ini aku mulai merasakan Rima berbeda, dia tidak lagi marah2 dan selalu berusaha menyenangkan hatiku. Dan tadi, dia pulang dengan tubuh basah kuyup karena kehujanan, aku sangat khawatir dan memeluknya. Tiba2 aku baru menyadari betapa beruntungnya aku memiliki dia. Hatiku mulai bergetar…. Inikah tanda2 aku mulai mencintainya?

Aku terus berusaha mencintainya seperti yang engkau sarankan, Meisha. Dan besok aku akan memberikan surprise untuknya, aku akan membelikan mobil mungil untuknya, supaya dia tidak lagi naik motor kemana-mana. Bukan karena dia ibu dari anak2ku, tapi karena dia belahan jiwaku….

Meisha menatap Mario yang tampak semakin ringkih, yang masih terduduk disamping nisan Rima. Diwajahnya tampak duka yang dalam. Semuanya telah terjadi, Mario. Kadang kita baru menyadari mencintai seseorang, ketika seseorang itu telah pergi meninggalkan kita.

Comments (1) »

Kembalilah ke Persahabatan Kanak-Kanak….

Amatilah dengan penuh kasih.
Anak-anak tidak pernah membuat rencana yang lebih panjang dari yang akan segera mereka lakukan.
Mereka juga tidak merencanakan apa pun yang tidak menggembirakan.
Dan yang lebih menarik lagi, mereka berganti rencana dengan kesegeraan yang tidak harus menjelaskan mengapa mereka harus berubah.

Hari ini, jangan lagi berencana.
Segera lakukanlah apa pun yang selama ini ingin kita lakukan untuknya, tetapi yang belum kita temukan waktunya untuk melakukan.
Hentikanlah kendaraan kita dan menepilah untuk memetik bunga tepi jalan yang sederhana tetapi cantik itu untuknya ,
dengan keceriaan ke-kanak-an -kita persembahkan kepadanya,dan katakanlah dengan tatapan berserah yang lekat di matanya … bahwa bunga itu adalah kita -pria sederhana yang sedang berupaya menjadi seindah mungkin baginya.

Disadur dari : Mario teguh – Poetry In Motion

Comments (1) »

cinta dan Kentang Manis Panggang….

 

Sepotong kentang manis panggang, dengan mentega di setiap sudutnya….

Membawa hangatnya oven kedalam sore yang gerimis,

Lembut seperti sutra , lezat tak terkira…

Membayangkan gigitan pertama sambil menutup mata…..

Adakah yang lebih nikmat dari itu ??

J

Adakah  seseorang yang tak menyukainya??…..

 

Dalam imajinasi saya yang paling gila,

 tak bisa saya bayangkan,

 seseorang tidak emosional pada makanan ini….

namun sungguh mengherankan……saya menikah dengan seseorang yang seperti itu.

Entah bagaimana…….. ia bisa memilih untuk memakannya atau tidak….

Dan umumnya ia tidak memakannya………..:(

 

Sepotong kentang manis panggang, dengan mentega di setiap sudutnya….

Asapnya mengepul membawa aroma manis dan harum….

Melintasi lantai dapur hingga mencapai gang,

berhenti menyambut saya dipintu depan…..

kalau hal itu terjadi….

saya tahu , kentang manis panggang istimewa dia siapkan  memang demi saya….

ia membeli kentang dan memikirkan saya…

ia mencuci kentang dan membayangkan senyum saya….

ia memasak kentang manis istimewanya…..semata-mata karena  Cintanya pada saya !!.

 

Hmmm….saya yakin,

bahwa cinta itu….., cinta sejati itu….

adalah ia dan sebuah kentang manis panggang !!.:)

 

“CINTA YANG SUNGGUH-SUNGGUH ADALAH SUATU SERI PANJANG DARI HAL-HAL KECIL YANG KITA LAKUKAN UNTUK PASANGAN KITA – tanpa alasan apapun !! –SEMUANYA  KITA LAKUKAN HANYA KARENA ITU ADALAH HAL TERBAIK YANG BISA MENYENANGKAN PASANGAN KITA” – Zig Ziglar.

 

Leave a comment »

Ibunda, andai kau masih ada….

 

Ibunda, andai kau masih ada…. saat kutatap wajah anakku,

Aku akan mengerti

betapa semua rasa sayang yang kau punya,

terasa belum cukup  bagimu, untuk mengungkapkan betapa berarti aku ini…

 

Andai masih bisa kucari dirimu…..saat wajah anakku panas membiru,

Aku baru kini  mengerti,

Betapa semua yang engkau miliki,

 Tak akan sayang untuk  kau tukarkan

 Hanya dengan   sebuah senyuman,

dari wajahku yang sehat bersinar….

 

namun, ibunda….meski segunung rasa sesal  tlah kurasakan,

waktu bersamamu tak bisa kembali…..

kau pergi  saat semua itu belum kusadari…..

saat kasih sayangmu belum mampu kupahami….

saat cintamu belum mampu kubalas, walau hanya dengan sebuah pelukan ,

dan ungkapan kata kata –  sayang….

akan berharganya kehadiranmu….

dan betapa  aku tak pernah ingin kehilangan dirimu…..

 

“BILA KITA MASIH BISA MERASAKAN HANGAT NAFAS IBUNDA, CIUM DAN PELUK IA, KARENA SUATU SAAT KITA PASTI AKAN KEHILANGAN DIRINYA” – Mario Teguh  Golden Way

 

Leave a comment »

If Tomorrow Never Comes …..

Kadangkala saya terlambat datang dimalam hari,
Dan tak sanggup membangunkannya…..
Hanya diam mengamati wajahnya dalam tidur ,
Hilang dalam mimpinya yang tentram…
Saya memadamkan cahaya, dan membiarkannya damai dalam gelap,
Beranjak memikirkan hal yang melintasi hati saya…..
Bila esok pagi datang, andai saya tak harus meninggalkan dirinya lagi,
Akankah dia pernah meragukan hari yang saya jalani….??
Dan betapa dia sungguh berarti bagi saya…??

…….Jika besok ternyata tidak pernah datang,
Apakah dia tahu betapa besar saya mencintainya ?
Dan bagaimana saya selalu berusaha menunjukkan padanya setiap hari,
Bahwa dialah yang saya sayangi…….

Andaikan waktu saya didunia sudah habis,
Mampukah ia melihat dunia tanpa saya ?
Ataukah saya hanya hanya akan menjadi masa lalu,
Cukup menjadi masa lalu…..

Jika besok ternyata tak pernah datang,
Apakah saya tak ingin membuatnya menyadari ,
betapa besar saya mencintainya…..
Menunggu diri saya hanyut dalam rasa sesal,
Akan banyak hal yang tidak pernah sempat saya ungkapkan…??

Karenanya sebelum semua terlambat,
andaikan matahari masih mampu bersinar esok pagi….
saya akan membangunkannya dengan sebuah kecupan,
menggenggam tangan dan menatap wajahnya,
lalu mengatakan perasaan saya yang tak pernah terucap ,
bahwa betapa berartinya ia bagi saya!
Betapa sungguh-sungguh saya mencintainya!!

“ If You Love Someone – let them know today ! you never know when you may not have that chance again.

Leave a comment »

Pantaskah dia kembali dihati saya??

Cinta tak pernah akan begitu indah, jika tanpa persahabatan…..yang satu selalu menjadi penyebab yang lain dan prosesnya….adalah irreversible…..

Seorang pencinta yang terbaik adalah sahabat yang terhebat.

Jika kamu mencintai seseorang, jangan berharap bahwa seseorang itu akan mencintai kamu persis sebaliknya dalam kapasitas yang sama.
Satu diantara kalian akan memberikan lebih, yang lain akan dirasa kurang……..

Begitu juga dalam kasus: kamu yang mencari, dan yang lain akan menanti……
Jangan pernah takut untuk jatuh cinta….mungkin akan begitu menyakitkan, dan mungkin akan menyebabkan kamu sakit dan menderita……….
Tapi jika kamu tidak mengikuti kata hatimu, pada akhirnya kamu akan menangis…….. jauh lebih pedih…karena saat itu menyadari bahwa kamu tidak pernah memberi…

Cinta itu sebuah jalan, Cinta bukan sekedar perasaan, tapi sebuah komitmen……….
Perasaan bisa datang dan pergi begitu saja……..

Cinta tak harus berakhir bahagia………karena cinta tidak harus berakhir…..

Cinta sejati mendengar apa yang tidak dikatakan………mengerti apa yang belum dijelaskan, sebab cinta tidak datang dari bibir dan lidah atau pikiran……
Melainkan dari HATI.

Karena kamu mencintai, jangan mengharapkan apapun sebagai imbalan
Karena jika kamu demikian, kamu bukan mencintai, melainkan…..investasi

Jika kamu mencintai, kamu harus siap mengalami penderitaan..
Karena jika kamu mengharapkan kebahagiaan, kamu bukan mencintai…….
Melainkan memaafkan…..

Lebih baik kehilangan harga diri dan egomu bersama seseorang yang kamu cinta dari pada kehilangan seseorang yang kamu cintai karena ego yang tak berguna itu…….

Comments (1) »

Siapakah yang akan menolong CINTA ?

 SaKuRa by  SaKuRa
 
Di sebuah pulau yang terasing dari kehidupan manusia, hiduplah perasaan-perasaan layaknya manusia. Mereka bernama KEGEMBIRAAN, KESEDIHAN, PENGETAHUAN, KEKAYAAN, CINTA dan lainnya.
 Mereka hidup dengan aman dan damai di pulau tersebut. Hingga suatu hari terdengar berita bahwa pulau tersebut akan tenggelam.

Seisi pulau mempersiapkan diri untuk meninggalkan pulau. Hingga ketika tiba waktunya pulau perlahan mulai tenggelam, mereka berangkat dengan kenderaannya masing-masing. Kecuali CINTA yang memutuskan untuk tinggal.

Namun saat pulau tersebut sudah mulai separuhnya tenggelam, CINTA
memutuskan untuk pergi juga. CINTA pun berteriak memanggil siapa saja yang lewat.

“KEKAYAAN, dapatkah kau membawaku pergi?” tanya CINTA pada KEKAYAAN yang lewat dengan balon udara penuh berisi emas.
“Maaf, Cinta. Terlalu banyak emas di balon udaraku. Aku tidak bisa
menolongmu,” tolak KEKAYAAN. Dan KEKAYAAN pun berlalu terbang meninggi.

Tak lama kemudian, KESEDIHAN lewat dengan perahunya. “KESEDIHAN, dapatkau kau menolongku keluar dari sini?” tanya CINTA pada KESEDIHAN.
KESEDIHAN menjawab, “Maaf, CINTA. Aku terlalu sedih untuk membawamu. Aku memilih untuk pergi dengan kesendirianku.”
KESEDIHAN pun berlalu menjauh.

CINTA masih menunggu hingga kemudian KEGEMBIRAAN lewat dengan pesawat kecilnya. Ia kembali berseru memanggil. “Kegembiraan, bawalah aku bersamamu!” teriak CINTA memanggil. Namun KEGEMBIRAAN terlalu gembira hingga ia tidak mendengar.

Akhirnya CINTA merasa putus asa. Hampir saja ia menyerah dan pasrah akan tenggelam bersama pulau, hingga ia mendengar satu suara memanggilnya.
“Marilah, CINTA. Ikut denganku.”
Seorang tua yang menaiki sampan butut, menghampirinya. CINTA merasa senang dan terselamatkan. Ia pun naik sampan bersama si tua itu. Hingga mereka sampai di pulau kering dimana yang lain sudah berkumpul. CINTA begitu senang hingga lupa menanyakan nama si Tua yang terus berlalu.

Hingga suatu saat CINTA teringat pada si Tua. Ia pun mendatangi seorang tua lainnya yang bernama PENGETAHUAN. Dan menanyakan siapakah si Tua yang telah menolongnya.
“Namanya adalah WAKTU,” jawab PENGETAHUAN. Jawaban itu membuat CINTA heran.
“WAKTU? Kenapa WAKTU mau menolongku?” tanya CINTA kemudian.
PENGETAHUAN tersenyum bijak dan berkata………..

 
“Karena hanya WAKTU yang dapat mengerti betapa besar dan berartinya CINTA…”

Comments (1) »

……Dimana bisa kutemukan “cinta sejati”ku?

 salikha by salikha

…..hanya WAKTU yang akan membawa kita menemukan CINTA SEJATI………..

Saat kita menjadi tua, dan seseorang masih mengharapkan kita dengan rasa rindu…..
saat kecantikan memudar, namun sesorang masih mengagumi kita dengan rasa cinta……
saat kesalahan kita terlalu besar, namun seseorang masih mampu memeluk kita dengan berjuta kata maaf……….
dan sekalipun……saat kita harus pergi, dia masih sanggup berdoa agar kita bahagia……….

………….mengalir dan berproseslah bersama seseorang yang kita cintai, ikutilah kata hati meski jalannya berat dan berliku……………karena diujung jalan nanti barulah kita sadari, SIAPAKAH seseorang yang terus menggenggam tangan kita dengan cinta yang abadi……….dialah CINTA YANG SEJATI !!……..

Comments (1) »

Benarkah cinta pertama sukar dilupakan ?……………

Jawaban Terbaik – Dipilih oleh Penanya

 
cinta pertama terasa sangat berkesan karena itulah awal kita mengenal cinta…..
pada saat itu, kadangkala kita masih sangat kanak2 dan sama sekali tidak tahu apa arti cinta dan akan kemana arah kita mencintai seseorang……….
karenanya seringkali cinta pertama kita tinggalkan dengan begitu banyak penyesalan akan sesuatu yang tidak pernah kita lakukan….misalnya karena gengsi, tidak memahami , atau salah komunikasi dengan dia…………

so cinta pertama tidak usah dilupakan, kalau memang kenangannya begitu indah biarlah kenangan itu menjadi cerita abadi didalam hati………..ambil pelajaran/ hikmah dari kesalahan2 di cinta pertama, sehingga cinta yang selanjutnya akan lebih matang dan dewasa….

Selamat berbahagia, mengenang cinta pertama yaaaa…..

Comments (1) »

Mencintai . . . Vs . . . Dicintai . . .?

salikha by salikha

Jawaban Terbaik – Dipilih oleh Penanya

 
Ya Ampun !! ya jelas lebih baik ‘mencintai’ donx…..

Bagaimana kita bisa hidup dengan seseorang yang kita tidak ‘mencintai’nya ?, meskipun kita ‘ dicintai’ olehnya dengan sebesar2-besarnya……..

Cinta yang kita miliki lah yang dapat membahagiakan kita, tanpa rasa bahagia kita tidak mungkin membahagiakan orang lain….
Seseorang yang tidak kita cintai, suatu saatpun mungkin akan frustasi mengejar cinta kita….dan pada suatu saat juga kita akan frustasi dikejar oleh dia……….
jadi sudah jelas, tak akan ada yang bahagia bila kita menjatuhkan pilihan hanya dengan pertimbangan dicintai oleh seseorang…..

Tetapi bila kita mencintai seseorang, kita akan lebih mudah menerima segala kekurangan dia…..kita akan lebih mudah memaafkan dan akan termotivasi untuk selalu berusaha membahagiakan dia……..kalaupun ternyata dia tidak juga mencintai kita, bukankah kita masih bisa tersenyum bahwa kita telah berbuat yang terbaik untuk sesuatu yang kita sayangi………..

bila kita ingin memberikan ‘cinta’, pastikan dulu dihati kita ada ‘cinta’……….karena kita tidak mungkin memberi sesuatu yang tidak kita miliki……..selamat memilih !!

Comments (1) »